Panduan
Skrip per adegan, bukan satu blok teks.
Kenapa paragraf skrip macet di lokasi
Paragraf bagus untuk dibaca. Di lokasi, kamu butuh tahu kapan pindah shot. Tanpa nomor adegan dan durasi, rekaman jadi satu take panjang yang sulit dipotong, atau banyak take yang tidak nyambung.
Production Pack memecah 15–60 detik menjadi adegan. Tiap adegan punya visual, arah kamera, teks di layar, voice-over, dan detik. Shot list merujuk nomor adegan yang sama, jadi kamera tidak menebak.
Isi satu adegan
Adegan yang bisa dikerjakan biasanya cukup lima hal. Lebih dari itu, kamu membaca di lokasi, bukan merekam.
- Nomor dan fungsi (hook, ajar, koreksi, CTA).
- Apa yang terlihat: tubuh, objek, teks.
- Gerakan kamera: close-up, side profile, split.
- Kalimat yang diucapkan, pendek.
- Durasi dalam detik, dijumlah sampai target video.
Contoh dari paket squat
Adegan 04 paket squat memakai 8 detik split screen: kiri lutut maju, kanan lutut di atas pergelangan. Voice-over hanya satu larangan dan satu koreksi. Tanpa pemecahan itu, kreator sering menjelaskan teori squat sambil kamera masih di wajah, dan penonton sudah pergi.
Jumlahkan detik sebelum syuting. Tujuh adegan di paket itu total 45 detik. Kalau jumlahnya 80, potong adegan, jangan percepat bicara sampai tidak kejelasan.
Edit setelah rekaman
Kalau satu adegan gagal, kamu merekam ulang nomor itu. Versi Production Pack tetap menyimpan skrip lama. Itu bedanya dengan chat umum: revisi tidak menghapus struktur yang sudah jalan.